Mungkin ini balasan yang pantas untuk aku dapatkan sekarang. Aku anggap ini sebagai pelajaran berharga yang aku dapat dari dia. Orang yang baru sebulan ini ku kenal dan langsung membuat pemikiran panjang tentang dia. Oh, entah apa tujuan Tuhan mempertemukan aku dengannya dalam beberapa waktu yang singkat ini. Tapi yang aku yakini sekarang mungkin memang benar, dia adalah titipan Tuhan yang akan mendewasakan aku. Sepertinya begitu. Dia mengubah peikiranku 180 derajat tentang laki-laki. Aku memandang ini sebagai acuan. Laki-laki sebagian besar memang mempunyai sifat yang sama. Tidak jauh berbeda. Sialnya, dia juga termasuk salah satunya. Oh. DAMN!!!
Tapi, seperti ku bilang diawal tadi. mungkin ini karma termanis yang pernah aku terima. Dia terlalu jujur. Saking jujurnya dia tidak menyadari ada perasaan yang tergores ketika dia mengatakan padaku sesuatu hal yang dia pasti tahu itu menyakitkan aku. tapi tetap dia katakan. Dia itu tipe idealis, terlalu memakai logika daripada hati. terlalu mementingkan dirinya. Egois, dan tidak suka menerima aturan-aturan yang akan mengekang dia. Aku kecewa. bukan karena dia. Tapi karena harapan-harapan yang aku buat sendiri tentangnya.Semua janji yang tidak bisa ditepati. Aku anggap itu sebagai hutang yang mungkin bisa terwujud nanti. Atau jika tidak, setidaknya pernah ada harapan yang kita buat saat itu.
terima kasih untuk kamu, sudah membuka mata ini sangat lebar. Menyayangkan sekali kenapa bisa berakhir secepat ini. Dia bilang aku lebih egois dari dia? Mungkin benar. Inilah alasan mengapa ku bilang balasan ini pantas aku dapatkan. Untuk orang-orang yang pernah aku sakiti. jika kalian tau, mungkin aku ingin mengatakan. Saat ini aku mengalaminya. Merasa dipermainkan ternyata sangat tidak menyenangkan. Sungguh. Aku merasakannya sekarang. Maaf untuk kalian..
terakhir, ini ucapanku untuk kamu, Adit. entah mengapa aku suka dengan kejujuranmu. Sekalipun itu menyakitkan, masih lebih baik begitu daripada aku harus menerima kebohongan-kebohongan manis yang membutakanku. Kamu justru membukakan mata ku. terima kasih.
Aku mencoba berpikir sekarang. Aku berusaha menerimanya. Seikhlas hatiku. Sekalipun itu sulit. Kamu pasti percaya aku bisa. Aku juga percaya, kamu tidak bermaksud begitu. Iya kan?? kamu tau, aku memang perlu sesuatu yang bisa membuat ku kuat. Seperti kamu misalanya. Terima kasih.
Aku tidak akan jatuh ke lubang yang sama lagi. Aku tidak akan mengulangi kesalahan yang sama untuk kesekian kali. Semoga ini yang terakhir. Tidak akan ada Adit-Adit yang lain yang akan membuat aku merasa, aku bukan siapa-siapa. Aku bukan orang yang istimewa. Tapi akan aku buktikan, aku akan menemukan seseorang yang bisa menerimaku dengan apa adanya. menerima lebih kurangnya aku. Saling melengkapi satu sama lain. Saling memberi dan menerima. Dan satu hal kunci yang aku dapat dari pelajaran ini adalah "saling percaya". Aku dapatkan itu setelah bertemu dengannya..Aku mengerti sekarang maksudnya Aku mengerti.Aku mengerti!!! terima kasih Aditya Anggana.:)
Note:
Saya tidak bangga karena kesalahan saya. Tapi saya bangga karena saya dapat belajar dari kesalahan saya.