Besok itu tepat hari ke tujuh meninggalnya abah. Ada yang berbeda, itu sudah pasti. Rumah ini jadi semakin sepi, tanpa abah. Kadang rasanya masih sulit dipercaya. Masih belum bisa sepenuhnya menerima kepergian abah yang ku rasa memang terlalu cepat. Terlalu cepat. Iya, terlalu cepat.Hanya tidak habis pikir saja, Aku bahkan belum sempat mendengar pesan terakhir dari abah.
Yang aku sesalkan sampai sekarang mungkin adalah karena disaat-saat terakhir hidup beliau, aku belum sempat meminta maaf untuk semua hal yang pernah aku lakukan padanya. Yang mungkin pernah membuat beliau marah atau mungkin kecewa dengan sikapku.
Kadang bahkan aku selalu berpikiran kalau yang terjadi ini hanya mimpi. Dimana ketika besok saat aku membuka mata dipagi hari, aku sudah bisa melihat abah lagi..:")
Ah, sayangnya itu tidak mungkin kan? Aku hanya bisa berharap ini memang yang terbaik untuk beliau. Kami menyanyangi abah. Tapi, kami percaya Tuhan jauh lebih mencintai abah. Ini yang terbaik. Kami ikhlas. semoga tenang disisiNya, Abah. :")
Orang akan datang dan pergi kalau memang sudah waktunya. Karena memang begitulah hidup.
-Unknown-


0 komentar:
Posting Komentar
Jangan lupa tinggalkan jejakmu di sini..:)