Mungkin masalahnya ada dia ku.
Aku yang terlalu ngga ngerti dia.
Aku yang ngga memahami dia.
Disaat yang seperti ini harusnya aku adalah orang yang di belakangnya,
mendorongnya,, untuk tetap optimis kalau dia pasti bisa mewujudkan mimpi dia.
Tapi, mungkin harapan ku terlalu berlebihan.
Aku ingin menjadi orang pertama yang tau kalau dia bahagia.
Aku ingin menjadi orang yang selalu ingin tau keadaan dia.
Tapi,, Dia bahkan lebih kuat dari yang aku bayangkan.
Dia tau apa yang harus dia lakukan sendiri,tanpa harus ada aku di dunianya.
Mungkin seperti itu.
Ah, ini hanya harapan ku saja.
Harapanku terlalu tinggi sehingga membuat aku seolah-olah merasa kecewa.
Bukan. Bukan karena dia. Tapi aku kecewa pada harapan yang aku buat sendiri terhadapnya.
Mungkin harapan kami ngga sama.
Ya, sekarang aku sedang belajar memahami itu.


0 komentar:
Posting Komentar
Jangan lupa tinggalkan jejakmu di sini..:)